Diary Anak Kaku

Css Options (Boxed and Snippet)

  • Home
  • Trending
  • Books
  • Architecture
  • contact
PUASAAA Sebentar lagi puasa boss, udah ga terasa sebulan ini aku di Bandung ngerantau perihal magang yang tidak terduga. Rasanya bulan Puasa kayakke ga jauh beda sama kaya sebulan belakangan ini. Iyaa, aku di sini memang baru sebulan, tapi sungguh aku merasa sedang berpuasa. Yang aku maksud bukan berpuasa menahan makan dan minum saja, tapi menahan godaan duniawi yang sungguh tidak terduga dilempar ke mukaku plakk, terus nempel kaya lemper. Intinya aku ngerasa pengalaman rantau keduaku ini lebih sulit daripada yang kukira walaupun baru genap satu bulan, dan maish ada dua bulan kontrak magangku. Terpaksa ngulang kayak tahun 2019 pas masih di Malang bulan Ramadhan cuma balik pas beberapa hari menjelang hari Raya Idul Fitri. Acara-acara buka bersama teman dan keluargaku kukorbankan pada kala itu. Sekarang mau buka makan aja mikir harus beli makan atau harus masak, karena takut boros. Lagi-lagi masalah uang, ya uang. Orang-orang pikir saya disini tamasya dikasih uang bulanan sama Bapak terus kerja enak ga perlu keringatan karena emang bangunan kantornya sistem suhunya bagus, anywayy. Jadi sudah sebulan ini aku hidup di Bandung cuma bermodalkan 200 ribu pemberian Bapak pas terakhir ketemu di Hotel, sama sisanya pake uang sisa tabungan kemarin yang sebenernya udah tinggal dua dijit aja. Mungkin emang bener kata Bu Megawati, kalo masak jangan melulu pake minyak wkwwk. Aku memang harus mutar otak 180 derajat disini, biar gimana uang tabunganku ga habis bahkan sampe gajian pertama. Sungguh ketika orang Jogja yang rantau ke kota besar kaya Bandung pasti akan sulit adapatasinya ya dalam hal uang lah apalagi. Di sini hampir semuanya lebih mahal, bahkan harganya kadang dua kali lipat dari harga normal di Jogja. Katakanlah sekali makan nasi Padang disini habis 20.000 itupun cuma beli nasi, sambel, sama ayam goreng aja, belum beli es teh. Cuma enaknya kalo disini minumnya kadang dikasih gratis walaupun cuma air mineral. Satu bulan ini aku cukup mulai bisa terbiasa dengan sebagian hal-hal kecil di Bandung. Sudah mulai punya teman, walaupun teman sepermagangan. Cuma memang kadang harus ngampet kalo diajak main, soalnya temen-temen emang orang jabodetabek, jadi ya nongkrongnya yang biasanya di angkringan ini harus di caffe yang harga satu coklat angetnya 20.000 dan itu dianggap sudah murah bagi mereka. Ya begitulah, tanggunan skripsi dan UKT juga sudah di depan mata, jadi sepertinya memang agak nunjang-nunjang pager buat semhas besok, tapi tak apalah. Yang penting lulus, dan ga bayar ukt lagi. Mungkin cukup dulu tulisan hari ini, besok masih ada deadline sama asistensi dosen, karepmu ta mau kamu baca atau engga yang penting udah nulis haha.
  • 0 Comments
Tanggal 31 Desember adalah hari ini, yang artinya kita sudah ada di penghujung akhir tahun lagi. Waktu itu relavan kata Einstein, kalo kataku tahun ini rasanya menjadi tahun refleksiku yang paling banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun 2021 merupakan salah satu tahun dimana kita dilanda banyak sekali krisis, namun kita semua saat ini masih ada disini merupakan salah satu privilage yang diberikan Tuhan. Tahun ini aku banyak disukusi dengan Tuhan terkait hal yang menjadi fenomena dunia lalu masuk kedalam kehidupanku. Aku menangis cukup banyak tahun ini, namun aku juga banyak tertawa. Hal yang aku pikir akan lebih lama bertahan ternyata lebih cepat pergi dari dugaanku, sehingga aku mulai sadar betul bahwa apapun itu dapat direnggut tiba-tiba dariku. Aku mulai bersikap santai dengan itu, namun tetap saja jika hal itu mendekat rasa takutku tetap ada disana. Ya mungkin karena aku hanya manusia. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menunggu dan bersabar serta menjalani hari-hari selanjutnya. Solusinya ya waktu itu sendiri. Ketika orang-orang sibuk dengan mengisi waktu mereka dihari akhir tahun ini dengan berbagai macam kegiatan dan beberapa dari mereka mungkin sudah menyusun apa yang seirng disebut dengan 'Resolusi'. Menurut KBBI definisi/arti kata 'resolusi' di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah /résolusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan. Hal yang dapat digaris bawahi adalah kata perminataan, putusan, dan tuntutan yang berarti seseorang itu mulai menyusun dan memutuskan permintaan mereka di tahun selanjutnya. Kalau kata beberapa orang hal ini diperlukan untuk menjadi acuan kita terkait apa yang ingin kita lakukan untuk memenuhi tuntutan dari permintaan diri kita sendiri. Sehingga ketika itu tercapai maka resolusi kita berhasil bekerja dengan baik. Aku sendiri merupakan orang yang tidak terlalu sering membuat resolusi, walaupun aku setuju dengan tujuan dan manfaat adanya hal tersebut untuk menjadi reminder kepada kita agar masih sesuai dengan track kita. Tapi aku yakin setiap individu memiliki suatu rencana hidup mereka walaupun itu tidak tertuang secara gamblang sebagai resolusi tahun baru mereka. Mungkin semenjak adanya media dimana semua dapat terkoneksi hal ini menjadi suatu tradisi dan fenomena perilaku bagi seseorang untuk melakukannya. Jujur saja saya merupakan salah satu orang yang cukup sering mengonsumsi media sosial salah satunya twitter. Tidak sering banyak yang memposting gambar terkait pertanyaan apa resolusi kita. Hal itu ketika saya temukan sedikit membuat saya terhenti untuk berpikir sejenak "hmm apa ya resolusi saya?", sepertinya ada kekuatan tersendiri untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, kalau tidak menjawab saya merasa saya tidak memiliki resolusi atau rencana kedepan. Mungkin saat itu saya tidak memiliki bayangan apa-apa terhadap apa yang saya lakukan setelah hari ini, atau mungkin saya merupakan tipe orang yang hanya menjalani hari demi hari sebaik saya, sehingga apa yang saya dapatkan kedepannya merupakan hasil dari apa yang saya lakukan saat ini. Namun muncul pernyataan "Kan tidak ada salahnya membuat rencana atau resolusi hidup, toh kalau tidak terwujud ya tidak apa-apa, karena itu masih suatu rencana saja". Beberapa orang berpendapat hal itu lumrah-lumrah saja terjadi karena mungkin hal yang diperdebatkan disini adalah ketika satu sisi merupakan orang yang memiliki visi mereka harus tuangkan dalam sebuah rencana hidup, disisi lain mereka tidak terlalu serta merta semuanya harus ditulis berdasarkan visi mereka, karena pada dasarnya manusia hidup diwaktu saat ini. Ketika saya mengamati kedua hal ini pembeda yang paling signifikan adalah bagaimana mereka memandang suatu 'kekecewaan' itu sendiri. Ya kekecawaan, tubuh dan emosi manusia memiliki perbedaan dalam menanggapai suatu kekecewaan dalam hidup, dimana suatu hal tidak berjalan seperti yang mereka harapkan. Hal ini disebabkan karena muncul kalimat retorik 'apa yang didapatkan ketika berharap?' ya jawabannya pasti harapan tersebut tercapai atau sebaliknya. Manusia memiliki pandangan berbeda terhadap harapan, ada yang mengangapnya sebagai suatu hal yang diperlukan setiap saat karena itu salah sati faktor kenapa manusia bisa hidup sampai saat ini, dan ada yang menganggapnya itu hanya sebuah alternatif pelarian pikiran kita untuk mengihdari pikiran negatif lainnya, sehingga esensi tersebut tidak menjadi basis prinsip hidup seseorang. Faktor lain yang mempengaruhi dari penilaian ini juga merupakan persepsi mereka yang terbentuk dari latar belakang yang berbeda dan pengalaman hidup yang berbeda pula, sehingga masing-masing merupakan individu yang tangguh namun jika diterapkan formula yang sama maka hasil yang keluar akan jauh berbeda. Mungkin kedua hal tersebut masih menjadi dilema bagi beberapa orang saat ini, terutama bagi mereka yang sedang asik mencari jati diri mereka. Dalam presepsi saya, kedua hal tersebut tidak terlalu penting untuk diperdebatkan, karena ya memang bukan hal yang patut diperdebatkan karena setiap orang berbeda dan memiliki pilihan masing-masing. Kalau saya bisa tutup tulisan ini mungkin lakukan saja apa yang kita ingin lakukan, ketika sesuatu hal dibutuhkan dengan rinci ya tidak mengapa jika kita menyusun rencana hidup secara detail, lalu jika kita merasa hal itu tidak terlalu dibutuhkan saat ini, ya coba refleksikan dahulu apa yang kita benar-benar butuhkan dalam hidup, karena dalam merencakan sesuatu tidak ada kata terlambat melakukannya. Semua itu tergantung dari kesehatan mental dan pikiran kita.
  • 0 Comments
Hari ini adalah hari Senin tapi Senin kali ini rasanya hampir sama kaya Senin sebelumnya. Ya kita tahulah sejak adanya pandemik ini aktivitas sekarang bisanya cuma dilakukan di rumah aja, itupun gak banyak. Karena aku ini sebenernya mahasiswa tengah semester jadi jadwal terbang ku cukup padat di kampus maupun di luar kampus. Kadang berpikir bahwa sekarang aku ngerasa sedikit capek nya hidup jauh dari rumah, jadi kalau emang ngerasa udah terlalu lama di kamar jadi gampang bosen, dan biasanya kalau udah bosen banyak pikiran yang mondar mandir, dan habis itu biasanya yang muncul adalah ribuan emosiku. Yang paling aku sering rasain ya pasti rasa kangen, makanya salah satu cara untuk melupakan rasa itu mungkin aku mulai menyibukan diri dengan kegiatan-kegiatan kampus yang mungkin aku mampu jalani. Awalnya emang agak tidak terlalu yakin, tapi aku coba untuk jalani. Dan metode itu cukup ampuh dalam menambah waktuku untuk kerja, dan juga bisa menyingkirkan pikiran-pikiran tadi.

Kalau dilihat-lihat lagi sekarang aku pulang ke rumah, dan lebih sering menghabiskan waktu aku di rumah. Yang dulunya jarang ketemu adek, sekarang setiap hari bisa ketemu adek. Yang dulu agak jarang kumpul sama temen, sekarang ibarat mau kumpul kapan aja pasti bisa. Tapi rasanya sedikit aneh untuk tetap melakukan apa yang biasa aku lakukan bersamaan dengan ini, harusnya mungkin bisa jadi momen yang cukup seru kalau bisa dijalanin bareng bareng. Kalau capek kerjaan bisa lepas stress dengan istirahat di rumah atau kumpul bareng temen. Tapi ternyata capek juga ngejalani dua-duanya, walaupun ada rasa pleasent di dalamnya. Jadi akhir-akhir ini aku coba cari kegiatan yang bisa menyibukkan aku untuk lebih fokus kepada bagaimana caranya biar aku bisa melalui waktu yang mudah dan susah ini dengan perlahan dan pasti bisa merelaksasikan pikiraku.

Dampak yang ditimbulkan ternyata membikin aku jadi lebih sering mantengin mata ke layar gadget, dan lagi-lagi yang dikonsumsi adalah hal yang sama dari sebelum-sebelumnya. Kalau buka Twitter rasanya jadi orang bebas bisa ngomong apa aja, walaupun masih dalam kadar batas wajar. Kalu ketemu Facebook ngerasa lagi buka album atau jurnal lama yang walaupun udah dilihat beberapa kali tetep aja bikin orang nyengar nyengir. Kalau buka Instagram jadi ngerasa aku menjadi orang yang mudah tergerak akan orang-orang yang menyuarakan hal positif di dalamnya. Kalau buka YouTube, ngerasa kalau dunia itu kecil banget dan ngelihat orang-orang yang aku liat setiap hari berasa jadi sahabat entah gimana caranya. Kalau buka Whatsapp,Line,dll ngerasa kalau informasi itu penting banget, dan kadang merasa bersalah kalau telat ngebales chat, walaupun sebenernya aku gak terlalu suka metode chat untuk komunikasi in manual way. Aku lebih suka cara lama, yaitu ketemu langsung sama orangnya dan ngobrol ngalor ngidul, tapi paling engga aku jauh lebih mengetahui karakter seseorang dibanding melalui chat. Namun dengan kondisi yang kaya gini pasti komunikasi pun akan susah.

Jadi menurut aku, apapun yang kita lakukin untuk dimasa yang mungkin cukup menyulitkan ini kita tetap dapat menjalani aktivitas seperti yang sebelumnya kita lakukan walaupun dengan cara yang beda-beda, mungkin bagi yang masih bekerja diluar selalu diberi kesehatan serta semangat kerja. Karena aku yakin kita yang kerja di rumah juga pasti ngerasa hal yang sama. Memanfaatkan secara maksimal jenis device kita yang ada untuk tetap produktf, karena mumpung, mumpung kita setidaknya masih diberi sedikit kelonggaran dalam tempat bekerja yang sekarang bisa dilakuin di rumah. Tambah banyak informasi yang sebelumnya belum pernah kita akses ataupun suka, sekarang waktunya untuk ngulik-ngulik informasi kaya gitu, karena aku yakin pasti in the end of the day itu bakal berguna bagi kita, entah gimana caranya tapi ilmu itu gak mungkin bertepuk sebelah tangan sama kita. Selamat hari Senin untuk semuanya.
  • 0 Comments
Robert De Niro Daily
when i'm feeling good, i laugh without any concern. When i'm feeling down, i go to the balcony and look up to the sky, so it just me and the clouds or stars. When i'm feeling sad, i sing because i like to sing. But when i'm feeling empty, i write. I writing in English, becasue i don't give a damn with anything, even my English. There's no Shakespeare here, so carry on. Let me write.

Playing Una Mattina by Ludovico Einaudi for a hundred times today. My writing skills is getting worse right now. To be honest, this blog is kind of like my diary, because i know no one gonna read my word. I have to work right now, but i'm not in the mood. So i've decided to meditate my mind, and my mind said i have to write something. And suddenly i have thought about a lot of things. About my past, present, or just something in the corner of my room. And i have so much questions about anything, such as do you belive in reincarnation? what happen to dead people now? when i  died where i get burried, who's gonna cry when i died?  or personal question like am i going to find the one and get married ?. I think the answer for all of that question is I just need somone. Not just someone, but the one who i can throw my compasionate toward him without any hesitation. Someone who want to listen my boring story. Someone who want's my ugliness and my perfection. Someone who can make me feel like a natural women. This is not romance that i talk, or that 'love' thing. It just a little bit of my worries about not find the one. I'm so scared that this is something like admiring paintings in the museum and i have a million dolar to buy it, but when i have my choice i let 'em go. I just keep walking away from it, and never comeback. Such a fool, i am the person who never take somthing for granted, just like fooling around but to scared to fall. Or I just never try ?, I should stry isn't it?

i hate it when i'm doing this things. Mumbling about 'this topic' like a teenage girl. I hate it. I hate it so much. I don't know what stone did i have to bring to the top of the misty mountain. Don't take my burden away God. Just give me strenght to climb up the mountain, like everybody else did. And i just want to say that i'm feeling grateful today.
  • 0 Comments
Canggung
.
oke
jadi ini adalah tulisan pertama di blog aku yang aku buat sendiri tanpa cpas, mungkin aku akan nulis beberapa hal mengenai aku. E mang sedikit canggung sih jujur pertama kali nulis blog tapi gak papa lah anggep aja ini kayak nulis diary cuma bedanya lebih privacy. Jadi di blog ini aku akan menceritakan beberapa hal mengenai di aku, aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara, iya aku anak sulung dan aku punya dua adik laki-laki. Saat ini aku umurnya 15 tahun duduk di kelas 1 SMA , lahir di Jogja,dan punya cita-cta jadi arsitek atau design interior yang mendunia. Amin. Mungkin banyak dari kalian atau bahkan sebagian besar dari kalian ada yang udah pernah nulis blog sebelumnya, mungkin untuk sebagian orang nulis di blog gak menarik ataupun banyak alasan lainnya. But aku disini bukan mau ngasih tips untuk menulis blog yang baik atau apalah karena aku pun juga masih pemula banget dan ini bisa dibilang daily blog pertama aku. Aku cuma pingin bilang ternyata  nulis di blog gk ribet-ribet amat sih cuma apa yang ada di pikiran aku tulis disini untuk meluangkannya emang isinya kurang penting sih, yah gimana ya namanya juga pemula mungkin hal ini bisa buat tabungan aku untuk jadi penulis kelak. Amin. Kayaknya setelah ini aku akan mikir mikir lagi apakah aku akan lanjut nulis blog rutin atau tetep nulis tapi jarang karena nulis blog disesuaiin denagn waktu dan kondisi mood aku sendiri. Tapi mungkin lain kali aku akan nulis blog lagi dan isinya semoga bisa yang lebih bermanfaat buat para pembaca dan semoga bisa nulis blog dengan ide-ide aku sendiri. Sekian dulu untuk blog pertama ini yang sebenernya bisa dianggap gak penting sih tapi penting atau gak penting apa salahnya kan coba, haha .#malahcurhat.
See You..in the next blog. Insha allah
  • 0 Comments
Postingan Lama Beranda

Arsip Blog

Labels

About Me Book Review Bookish Calender DIY Gagas life Movie Watced Random social life Story Tips

instagram

Created By ThemeXpose | Distributed By Blogger

Back to top